Sabtu, 24 Maret 2012

KOLEV DAN 3-6-1


KOLEV DAN 3-6-1

Nama Ivan Venkov Kolev lekat di hati para pemerhati sepak bola Indonesia. Kolev kini kembali ke Indonesia, khususnya Palembang untuk mengasuh Sriwijaya FC musim depan. Apa yang akan dibawa Kolev untuk tahun kesekian di Indonesia?
Sekadar mengingatkan, popularitas Kolev menanjak ketika membawa Persija ke semifinal Liga Indonesia musim 1999. Pada musim pertamanya, Kolev membawa Persija menembus semifinal sebelum dikalahkan PSM 0-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Saat itu, Kolev populer dengan pola 3-6-1 (lihat diagram).
Penampilan Bambang Pamungkas bersama Persija musim itu mengawali petualangannya di timnas hingga terus bertahan sampai 2010. Pola 3-6-1 cenderung ofensif. Pola ini menuntut pemain berani berada jauh di daerah pertahanan lawan. Ketika itu, Kolev punya Luciano Leandro dan Widodo C Putro dengan Bambang Pamungkas sebagai striker tunggal. Bambang menjadi top skor dengan 24 gol. Ebanda Timothe dan Imran Nahumarury punya tugas berat untuk defense saat kehilangan bola.
Lini tengah Persija yang kuat membuat Kolev disegani ketika itu. Sayang, Persija takluk dari PSM yang juga memiliki sederet bintang. Ada Carlos de Mello, Bima Sakti, Yusrifar Jafar dengan duet striker Miro Baldo Bento dan Kurniawan Dwi Julianto.
Lepas mengasuh Bulgaria U-20, Kolev tetap diminati hingga membawa timnas Indonesia saat putaran final Piala Asia 2004. Kenangan paling manis adalah saat Kolev bersama timnas Piala Asia 2007 menumbuhkan euforia dan histeria puja-puji terhadap timnas. Welcome back, Kolev!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar